11 Command Terminal Linux yang Sering Dipakai Teknisi Jaringan
– Mungkin kamu salah satu praktisi jaringan yang menggunakan sistem
operasi Linux. Untuk melakukan analisa, mendiagnosa masalah koneksi,
melihat statistik jaringan, ataupun download file, kamu bisa menggunakan
beberapa perintah melalui terminal.
Sangat menyenangkan memang bagi mereka yang terbiasa bekerja melalui
terminal. Saya pun demikian, dibanding menggunakan fasilitas grafisnya,
saya lebih suka menggunakan terminal Linux. Rasanya lebih cepat, tidak
ribet, dan cukup dengan keyboard saja.
1. curl & wget
Gunakan command curl atau wget kalau kamu ingin mendownload sebuah
file melalui terminal. Untuk ‘wget’ caranya sangat mudah, cukup
tambahkan link file yang akan didownload setelah perintah ‘wget’.
Sedangkah ‘curl’, kita harus menginstall dulu paketnya,
sudo apt-get install curl. Lalu jika ingin mendownload menggunakan
curl kamu harus menambahkan option -O sebelum link.
curl -O example.com/file
wget example.com/file
2. ping
Kalau ini perintah/command yang paling populer, bukan hanya di komputer saja, tapi di perangkat smartphone juga *ping BB*.
Ya, ping kerap digunakan para teknisi jaringan untuk menganalisa
koneksi antara suatu komputer dengan komputer lain, baik yang berada
dalam satu jaringan ataupun di luar jaringan.
ping example.com
3. tracepath
Peintah tracepath akan menelusuri ‘hop’ mana saja yang digunakan
untuk bisa ke suatu host tertentu. Jika kamu mengalami masalah dengan
koneksi jaringan, perintah ini bisa saja menjadi solusi. Dengan
menjalankan perintah ini, kamu bisa mengetahui koneksi behenti dimana.
tracepath example.com
4. mtr
Perintah
mtr bisa dikatakan sebagai kombinasi antara
ping dan tracepath. Mtr akan mengirimkan paket-paket, kemudian akan
memperlihatkan lebih detail waktu ping ke setiap ‘hop’ yang dilalui.
mtr example.com
5. host & nslookup
Perintah untuk pencarian DNS lookup. Kamu bisa menambakan nama domain setelah perintah
host,
kemudian kamu akan mendapatkan informasi IP address yang digunakan. Dan
jika kamu menambahkan IP address di baris perintahnya, kamu akan
diberikan nama domain yang menggunakan IP tersebut.
Cara menggunakan perintah
nslookup pun sama, cukup tambahkan domain atau IP address setelah perintah utama.
host example.com
nslookup example.com
6. whois
Perintah
whois akan menampilkan pada kamu
whois records dari sebuah website. Kamu akan bisa mengetahui lebih banyak tentang pemilik dan tempat registrar website tersebut.
whois example.com
7. mii-tool & ifplugstatus
Kedua perintah ini digunakan untuk mengetahui status koneksi fisik
suatu komputer pada jaringan, lebih utamana koneksi via kabel. Perintah
mii-tool sudah terinstall atau bawaan dari Ubuntu, sedangkan
ifplugstatus kita harus menginstallnya terlebih dahulu.
sudo apt-get install ifplugd
Untuk melihat apakah kabel sudah terhubung ke interfaces di komputer
kita, cukup ketika salah satu dari kedua perintah di atas. Kalau saya
lebih suka menggunakan
mii-tool.
mii-tool
ifplugstatus
8. ifconfig
Perintah ini digunakan untuk melihat informasi mengenai IP address dan informasi interface lainnya.
Ketika ifconfig untuk melihat semua informasi interfaces jaringan
yang sedang aktif. Kamu juga bisa melihat informasi interface tertentu
saja.
ifconfig
ifconfig eth0
9. ifdown & ifup
Perintah ifdown dan ifup memiliki fungsi yang sama dengan perintah
ifconfig up dan ifconfig down. Tambahkan nama interfaces dalam
penggunaan perintahnya. Perintah ini akan men-disable ataupun enable
interface jaringan.
Perintah ini membutuhkan root permission dalam penggunaannya.
sudo ifdown eth0
sudo ifup eth0
10. dhclient
Perintah
dhclient digunakan untuk mendapatkan IP
address dari DHCP server yang terhubung dengan komputer kamu. Perintah
ini membutuhkan root permission.
Menjalankan dhclient tanpa option apapun akan memberikan kamu IP address baru dan gunakan option
-r untuk melepaskan IP address yang sekarang digunakan.
sudo dhclient
sudo dhclient -r
11. netstat
Perintah ini digunakan untuk mengetahui informasi yang masuk atau
keluar, sockets yang terbuka, dan juga tabel routing. Jalan perintah ini
tanpa option apapun untuk melihat sockets yang terbuka. Gunakan option
-p untuk melihat program apa saja yang digunakan. Gunakan option
-s untuk melihat semua informasi port.
netstat
netstat -p
netstat -s
Itulah beberapa perintah yang sering digunakan oleh para praktisi
jaringan, terutama mereka yang menggunakan OS linux. Semoga bermanfaat.